Berantaspos.com
Tanah Laut – Kasus penganiayaan yang berujung kematian terjadi di perairan Tabonio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, pada Senin (4/5/2026) malam. Insiden tragis tersebut diduga dipicu perebutan sisa muatan batu bara di atas sebuah tongkang.
Korban diketahui bernama Muhammad Rafi’i (36), warga Desa Sungai Telan Kecil, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala. Korban meninggal dunia setelah mengalami luka akibat senjata tajam saat berada di atas Tongkang RMN 3316 sekitar pukul 21.00 Wita.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Polairud Iptu Alamsyah Sugiharto menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah rekannya, termasuk terduga pelaku berinisial KA (42), berada di atas tongkang untuk menunggu sisa batu bara yang akan dibagi.
“Di lokasi terjadi perselisihan terkait pembagian sisa muatan batu bara. Keributan kemudian berujung aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam,” ujar Iptu Alamsyah.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan sempat mendapatkan pertolongan. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Setelah menerima laporan kejadian, aparat Satpolairud Polres Tanah Laut langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.
Saat ini polisi masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk motif dan kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam insiden berdarah tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja di wilayah perairan dan aktivitas tongkang, agar menyelesaikan persoalan secara baik tanpa menggunakan kekerasan yang dapat berujung fatal.*****