Berantaspos.com- Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, meminta agar penanganan perambahan hutan di kawasan Tahura Bukit Soeharto tidak disamaratakan.
Terutama terhadap warga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut. Jangan sampai diusir.
Untuk itu dirinya menilai perlu ada pendekatan berbasis data historis dalam penyelesaian konflik ini.
“Ada kuburan warga di sana. Itu bukti nyata. Tidak mungkin ada kuburan kalau tidak ada kehidupan sebelumnya,” ucapnya usai kunjungan bersama pihak Otorita IKN, Selasa 28 April 2026.
Abdul Rasyid juga meminta agar setiap kegiatan di wilayah desa dilakukan dengan koordinasi yang jelas, serta tidak membangun narasi yang menyudutkan masyarakat setempat.
“Kami tidak pernah menghalangi. Justru kami mendukung. Tapi jangan sampai ada pihak lain yang membangun persepsi seolah-olah kami tidak kooperatif,” katanya.
Ia berharap Otorita IKN dapat menertibkan kawasan secara adil dan proporsional, dengan tetap mempertimbangkan hak masyarakat yang telah lebih dulu tinggal di wilayah tersebut.
“Kalau tahura duluan, ya tidak bisa diganggu. Tapi kalau warga duluan, harus ada solusi. Itu yang kami minta,” tandasnya.