PEKANBARU — Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru, Iwan Pansa, akhirnya angkat bicara terkait video cekcok dirinya dengan mantan Bupati Rokan Hulu, Suparman, yang viral di media sosial. Ia menegaskan, insiden tersebut murni persoalan pribadi dan tidak berkaitan dengan suku, organisasi, maupun kepentingan politik.
Peristiwa itu terjadi di sebuah kafe di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, dan langsung menyita perhatian publik setelah videonya tersebar luas.
Iwan mengakui telah menggunakan bahasa kasar dalam peristiwa tersebut. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ucapannya yang dinilai tidak pantas.
“Saya minta maaf kepada masyarakat luas atas bahasa kotor itu. Tapi perlu saya tegaskan, saya minta maaf kepada masyarakat, bukan kepada beliau,” ujar Iwan, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, emosi yang muncul saat kejadian dipicu situasi yang menurutnya tegang. Saat tiba di lokasi, ia mengira Suparman akan menyerangnya, sehingga bereaksi spontan dengan membentak.
“Saya pikir beliau mau menyerang, jadi saya bentak untuk duduk,” jelasnya.
Situasi disebut semakin memanas ketika Taufik Tambusai ikut berdiri. Iwan mengaku mengira akan ada serangan, sehingga emosinya memuncak.
“Pak Taufik Tambusai itu berdiri, jadi saya pikir dia mau menyerang saya. Saya jadi emosi,” akunya.
Meski demikian, Iwan menegaskan tidak ada niat menghina atau menunjukkan sikap arogan. Ia menyebut ucapan kasar tersebut murni reaksi spontan dalam kondisi emosi.
“Saya ini manusia biasa, tentu ada khilaf. Tidak mungkin saya hina datuk kita. Bahasa itu spontan,” katanya.
Lebih lanjut, Iwan juga membantah narasi yang menyebut dirinya datang dengan membawa massa. Ia memastikan kejadian tersebut hanya melibatkan dirinya secara personal.
“Itu masalah pribadi saya dengan dia. Tidak ada bawa organisasi, tidak ada politik. Saya juga tidak menyinggung suku Melayu. Saya sendiri orang Melayu dan istri saya juga asli Melayu,” tegasnya.
Sementara itu, kader Pemuda Pancasila, RW, turut menilai polemik tersebut tidak seharusnya melebar ke ranah organisasi maupun identitas kelompok.
Bahwa jajaran MPC PP Kota Pekanbaru terdiri dari berbagai latar belakang Melayu. Ia menyebut Iwan Pansa berasal dari Melayu Deli, Sekretaris MPC Suhermanto dari Melayu Okura Pekanbaru, serta Bendahara Anton Natuna dari Melayu Kepulauan Riau
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk memecah belah masyarakat, khususnya di kalangan Melayu.
“Kami ini bagian dari Melayu sama sama anak kemenakan asli melayu. Ada ribuan anak Melayu di MPC PP Pekanbaru. Jangan mau kita di adu domba,” ujarnya.
RW menambahkan, jajaran MPC PP Pekanbaru berasal dari beragam latar belakang Melayu, yang justru menjadi kekuatan internal organisasi.
“Ini murni masalah pribadi. Tidak perlu menyeret pihak lain. Mari kita jaga situasi tetap kondusif,” tutupnya. (*)