Kementerian Pertanian Republik Indonesia Pesan 10 Traktor Listrik Buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk Uji Coba

Berantaspos.com
Surabaya – Kementerian Pertanian Republik Indonesia memesan 10 unit traktor listrik karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendukung modernisasi sektor pertanian nasional. Pemesanan dilakukan setelah Menteri Pertanian melihat langsung performa alat tersebut di lapangan.

Traktor listrik roda empat tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di daerah terpencil yang mengalami keterbatasan akses bahan bakar solar. Berbeda dengan traktor konvensional, kendaraan ini menggunakan tenaga listrik sehingga lebih hemat energi dan ramah lingkungan.

Teknologi yang dikembangkan ITS itu dirancang mampu beroperasi di berbagai kondisi medan, termasuk area persawahan basah dan lahan gambut. Dari sisi desain, traktor dilengkapi sistem kemudi modern, panel indikator digital, serta baterai berkapasitas efisien yang didukung panel surya di bagian depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan efisiensi biaya menjadi salah satu keunggulan utama traktor listrik tersebut. Menurutnya, biaya produksi alat itu diklaim hanya sekitar separuh dari harga traktor konvensional.
“Yang menarik adalah setiap kami order teknologi baru sesuai kebutuhan negara, itu dibuat langsung oleh ITS. Salah satunya traktor ini, dan kami meminta 10 unit untuk diuji coba,” ujar Amran di Graha ITS, Minggu (19/4/2026).

Kerja sama pengadaan traktor listrik itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Rektor ITS Bambang Pramujati dan PTPN IV yang ditunjuk sebagai mitra produksi.

Harga satu unit traktor listrik diperkirakan mencapai Rp200 juta, sehingga total nilai pemesanan untuk 10 unit mencapai sekitar Rp2 miliar.

Pengembangan teknologi ini dipimpin oleh Bambang Sudarmanta yang menyatakan kesiapan ITS untuk memproduksi traktor secara massal. ITS juga menyiapkan ekosistem pendukung berupa stasiun pengisian daya berbasis tenaga surya atau PV charging station.

Selain traktor listrik, Menteri Amran turut menunjukkan ketertarikan terhadap sejumlah inovasi teknologi pertanian lain hasil pengembangan ITS, seperti alat pemanjat kelapa dan bensin sawit atau benwit, sebagai bagian dari upaya percepatan transformasi pertanian modern di Indonesia.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Pemasangan Iklan Hubungi WA: +62 822-8485-4538

Pemasangan Iklan Hubungi WA: +62 822-8485-4538

نموذج الاتصال