Penertiban Dapur Arang di Kepulauan Meranti, Warga Minta Pemerintah Sediakan Lapangan Kerja Alternatif



Berantaspos.com

Kepulauan Meranti – Penertiban sejumlah dapur arang oleh aparat kepolisian berdampak signifikan terhadap kehidupan ekonomi masyarakat pesisir. Warga yang selama ini bekerja sebagai pengolah kayu bakar arang mengaku kehilangan sumber penghasilan utama setelah usaha mereka ditutup dan dilarang beroperasi.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret berupa penciptaan lapangan kerja baru. Mereka menilai, tanpa alternatif pekerjaan, penutupan dapur arang justru berpotensi menghentikan roda kehidupan ribuan keluarga.

Dalam video yang beredar di tengah masyarakat, sejumlah warga menyampaikan bahwa penutupan satu panglong arang saja telah menimbulkan efek berantai. Dampaknya dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari penebang kayu, pekerja dapur arang, pengangkut, hingga buruh bongkar muat yang selama ini menggantungkan nafkah dari sektor tersebut.

“Ini bukan sekadar kehilangan pekerjaan, tetapi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup kami,” ungkap Acai salah seorang warga.

Warga mengaku tidak memiliki keterampilan lain di luar pekerjaan tersebut. Selama bertahun-tahun, mereka hidup dari industri arang tanpa pernah mendapatkan akses pelatihan atau peluang kerja alternatif.

Kondisi ini membuat mereka kesulitan beradaptasi setelah kebijakan penertiban diberlakukan.

Di sisi lain, penutupan dapur arang dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya hutan mangrove yang mengalami tekanan akibat penebangan berlebih. Kerusakan mangrove telah memicu abrasi dan melemahkan perlindungan alami wilayah pesisir.

Masyarakat mengaku memahami pentingnya menjaga lingkungan. Namun, mereka berharap kebijakan yang diambil juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlangsungan hidup warga.

Pengamat menilai, kebijakan lingkungan yang efektif seharusnya diiringi dengan strategi transisi yang jelas. Pemerintah dinilai perlu menyediakan pelatihan keterampilan, membuka akses usaha baru, serta mendorong program pemberdayaan ekonomi berbasis pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.

“Penertiban memang penting, tetapi tanpa solusi alternatif, hal ini justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru,” ujar seorang pemerhati kebijakan publik.

Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang seimbang, yakni menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki sumber penghidupan yang layak.

Saat ini, yang terdampak bukan hanya berhentinya aktivitas dapur arang, tetapi juga harapan masyarakat kecil yang ikut meredup akibat hilangnya mata pencaharian utama.

Editor : Berantaspos.com

Post a Comment

Previous Post Next Post

Pemasangan Iklan Hubungi WA: +62 822-8485-4538

Pemasangan Iklan Hubungi WA: +62 822-8485-4538

نموذج الاتصال