Berantaspos.com, Meranti -Aparat kepolisian Daerah Riau bersama jajaran Polres Kepulauan Meranti berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional dengan barang bukti sabu seberat 27 kilogram. Dua orang kurir diamankan saat membawa barang terlarang tersebut melalui jalur perairan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Pengungkapan kasus ini disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Wakapolda Riau, Hengki Haryadi, di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti, Sabtu (2/5/2026), dalam rangka Operasi Antik Lancang Kuning 2026.
Dalam keterangannya, Wakapolda menegaskan bahwa Provinsi Riau memiliki posisi strategis yang rawan dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkotika dari luar negeri. Oleh karena itu, pihak kepolisian menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap segala bentuk peredaran narkoba.
“Riau berada di wilayah perbatasan yang strategis. Karena itu kami menerapkan zero tolerance terhadap narkoba, baik terhadap sindikat, pengguna, maupun oknum internal yang terlibat,” tegasnya.
Kapolres Kepulauan Meranti, Aldi Alfa Faroqi, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus berawal dari informasi intelijen terkait rencana penyelundupan sabu dari Malaysia melalui Perairan Selat Akar, Kecamatan Tasik Putri Puyuh.
Setelah melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua pekan, tim Satresnarkoba berhasil mencegat sebuah speedboat mencurigakan pada 27 April 2026. Dua tersangka berinisial K (26) dan S (38), warga Bengkalis, ditangkap setelah sempat mencoba melarikan diri.
Dari tangan pelaku, polisi menyita 27 paket sabu dengan total berat 27.000 gram. Paket tersebut terdiri dari 17 bungkus bermerek Chinese Pin Wei dan 10 bungkus bermerek Gold Leaf. Selain itu, turut diamankan 260 cartridge yang diduga mengandung zat etomidate.
Kapolres menegaskan, keberhasilan pengungkapan ini tidak hanya merupakan penegakan hukum, tetapi juga langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
“Dari 27 kilogram sabu ini, diperkirakan lebih dari 6.600 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.