Keterangan foto gambar oknum sopir dan kernet bus CANDRA
Berantaspos.com
Seorang penumpang angkutan bus Candra antarkota mengeluhkan pelayanan yang diterimanya saat hendak melakukan perjalanan menuju Medan. Penumpang tersebut mengaku mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari sopir dan kernet bus, hingga akhirnya diturunkan di tengah perjalanan meskipun telah memiliki tiket resmi.
Dalam rekaman video yang beredar mendadak viral, penumpang yang mengaku sebagai korban menjelaskan bahwa dirinya membeli tiket resmi di loket dengan tujuan Medan dan telah membayar ongkos sebesar Rp100.000 sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saya membeli tiket resmi di loket tujuan Medan dengan tarif Rp100.000. Setelah itu saya dipersilakan naik ke dalam bus oleh petugas loket," ujarnya.
Namun, setelah berada di dalam kendaraan, ia mendapati tidak ada kursi kosong yang tersedia. Saat mempertanyakan hal tersebut kepada kernet, ia mendapat penjelasan bahwa akan ada penumpang yang turun di Simpang Kompi sehingga kursi tersebut nantinya bisa ditemati.
Menurut pengakuannya, setelah beberapa menit perjalanan dan penumpang yang dimaksud turun, dirinya kemudian duduk di kursi yang kosong tersebut. Akan tetapi, tidak lama kemudian kernet meminta dirinya berpindah ke bangku tambahan atau bangku tempel.
Korban mengaku keberatan dengan permintaan tersebut karena melihat ada penumpang lain yang tidak membeli tiket resmi justru mendapatkan tempat duduk yang lebih layak.
"Saya mempertanyakan hal itu karena ada penumpang yang naik di jalan dan tetap duduk di kursi biasa, sementara saya yang memiliki tiket resmi diminta duduk di bangku tempel," katanya.
Perselisihan kemudian terjadi ketika korban menanyakan alasan perlakuan tersebut. Ia mengaku terkejut saat kernet menyebut ongkos perjalanannya hanya Rp40.000, padahal dirinya telah membayar Rp100.000 di loket dan memiliki tiket sebagai bukti pembayaran.
Menurutnya, persoalan yang terjadi diduga berkaitan dengan komunikasi antara pihak loket dan awak bus. Namun, ia menilai penumpang tidak seharusnya menjadi pihak yang dirugikan akibat persoalan internal tersebut.
"Saya sudah membayar sesuai tarif dan memiliki tiket resmi. Kalau memang ada kekurangan biaya atau masalah lain, seharusnya dijelaskan dengan baik. Jangan penumpang yang menjadi korban," ungkapnya.
Korban juga mengaku kecewa karena selama ini dirinya kerap menggunakan jasa Bus Candra dan baru kali ini mengalami kejadian serupa. Ia berharap manajemen perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap pelayanan awak bus di lapangan.
"Saya bukan mempermasalahkan uangnya, tetapi sikap dan cara pelayanan yang saya terima. Saya berharap pihak perusahaan dapat memberikan pembinaan kepada sopir dan kernet agar lebih profesional dalam melayani penumpang," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Bus Candra terkait keluhan yang disampaikan penumpang tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.
Editor : Nayani