Berantaspos.com
JOHOR BAHRU – Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia diduga menjadi korban penganiayaan oleh majikannya di Johor Bahru, Malaysia. Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman video yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap korban viral di media sosial.
Kepala Kepolisian Johor, Datuk Ab Rahaman Arsad, mengatakan pihak kepolisian telah menahan sepasang suami istri yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Penangkapan dilakukan pada Sabtu malam sekitar pukul 19.30 waktu setempat setelah polisi menerima informasi dan menelusuri empat video yang beredar di Facebook.
Dalam video yang viral, terlihat seorang perempuan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga menangis ketakutan saat dimarahi dan diduga mengalami tindakan kekerasan dari beberapa orang di dalam sebuah rumah di kawasan Taman Johor, Tampoi, Johor Bahru.
Berdasarkan informasi yang beredar, tindakan tersebut diduga dipicu oleh tuduhan bahwa korban telah memukul anak majikannya yang masih berusia kecil. Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan fakta sebenarnya terkait peristiwa tersebut.
Rekaman video juga memperlihatkan beberapa individu, termasuk seorang pria yang diduga majikan korban, melakukan tindakan intimidasi dan kekerasan verbal. Selain itu, dua perempuan lainnya juga tampak ikut memarahi dan menekan korban dalam suasana yang menegangkan.
Kasus ini memicu kecaman luas dari masyarakat dan pengguna media sosial yang menuntut agar proses hukum dilakukan secara transparan serta memberikan perlindungan kepada korban.
Saat ini, pihak kepolisian Johor masih mendalami kasus tersebut dan memeriksa para terduga pelaku guna menentukan langkah hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku di Malaysia.
Reporter: Sulastri
Editor :