Berantaspos.com-Pemerintah Iran secara resmi membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait adanya pembicaraan atau negosiasi antara kedua negara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Teheran tidak melakukan diskusi apa pun dengan Washington selama 24 hari terakhir di tengah eskalasi konflik yang melibatkan AS dan Israel.
Ketegangan ini bermula dari ultimatum Donald Trump yang memberikan waktu 48 jam bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik. Namun, pada Senin (23/3/2026), Trump menarik ancaman tersebut dengan mengeklaim bahwa proses dialog sedang berlangsung.
Posisi Iran Terkait Selat Hormuz Tetap Tegas
Juru bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa prinsip negaranya dalam menghadapi tekanan militer dan ekonomi tidak berubah. Ia menyebut klaim adanya pembicaraan tersebut tidak mendasar.
“Posisi Republik Islam Iran mengenai Selat Hormuz dan syarat untuk mengakhiri perang yang dipaksakan tidak berubah,” kata Esmaeil Baghaei pada Senin.
Baghaei menjelaskan bahwa meskipun ada pesan yang masuk melalui negara-negara sahabat mengenai permintaan negosiasi dari AS, Iran tetap pada pendiriannya. Teheran justru memberikan peringatan keras mengenai konsekuensi jika infrastruktur vital mereka diserang.
Ketua Parlemen Sebut Klaim AS "Berita Palsu"
Senada dengan Kemlu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga membantah keras adanya dialog dengan Amerika Serikat. Melalui unggahan di platform X, Ghalibaf menyebut klaim Trump sebagai upaya manipulasi pasar global.
“Tidak ada pembicaraan yang dilakukan dengan AS. Berita palsu (Hoax) seperti itu bertujuan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta mencari jalan keluar dari rawa yang telah menjerat Amerika dan Israel,” tulis Ghalibaf.
Ia menambahkan bahwa seluruh jajaran pejabat dan rakyat Iran tetap solid dalam menghadapi agresi. “Rakyat kami menginginkan hukuman yang setimpal dan menimbulkan penyesalan bagi para agresor. Semua pejabat berdiri teguh di belakang Pemimpin dan rakyat sampai tujuan ini tercapai,” tambahnya.
Sumber: Lombok Post